Majukan Koperasi Karyawan melalui Partisipasi Aktif Anggota

 

 
Koperasi Karyawan memiliki peranan penting bagi para anggotanya dalam memajukan diri sebagai anggota, membantu tujuan keluarga, memajukan sesama anggota serta memajukan masyarakat. Selasa, (26/2) Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya mengadakan Pelatihan Dasar Koperasi Karyawan YPTA Surabaya. Bertempat di Meeting Room Gedung Graha Wiyata lt. 1, peserta adalah anggota Koperasi Karyawan YPTA Surabaya. Dalam kesempatan tersebut Bendahara YPTA Surabaya-J. Subekti, SH., MM. untuk membuka acara. Dalam sambutannya dia mengaku kesulitan untuk mencari orang yang mau berdedikasi untuk koperasi. Hal ini mengingat dunia koperasi tidak bisa menggunakan pendekatan rasionalitas ekonomi. Subekti berharap adanya kerjasama antar anggota. “Perlu untuk berjuang bersama agar usaha yang telah dilakukan tidak sia-sia. Untuk apa bekerja jika tidak ada respon dari anggota,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Nurul Fadila, SH. yang tampil sebagai narasumber dalam pelatihan. Menurutnya, untuk memajukan Koperasi Karyawan YPTA Surabaya butuh partisipasi anggotanya. Ada 3 kriteria anggota yang bisa berpartisipasi menurut Nurul yaitu: Pinter, Bener dan Kober. “Pinter artinya mengerti tentang koperasi. Bener berarti dapat dipercaya. Kober, mereka harus punya banyak waktu untuk mengurus koperasi. Di samping itu partisipasi aktif artinya harus ikut mengawasi koperasi. Bisa dianggap sebagai auditor internal,” terang alumni Universitas Negeri Jember ini. Menurut Nurul mengurus koperasi apalagi dengan 600 anggota itu berat dan sulit. Karenanya harus ada komitmen bersama.

Pada kesempatan yang sama M. Taufik Hidayat menyampaikan materi tentang keuangan koperasi. Dijelaskan oleh Taufik bahwa dalam mengatur keuangan koperasi perlu keputusan untuk mencari sumber dana/penghimpunan modal, penggunaan dana/pemanfaatan modal, pendistribusian laba. “Keputusan keuangan sangat myngkin menentukan keberhasilan ataupun kegagalan koperasi. Kembali lagi tujuan koperasi bukan memaksimalkan laba tetapi memaksimalkan kesejahteraan anggota melalui maksimisasi nilai lembaga koperasi,” katanya. Taufik menekankan perlunya manajemen keuangan koperasi yaitu aktivitas pencarian modal menguntungkan dan penggunaan modal secara efektif dan efisien namun tetap memperhatikan prinsip ekonomi dan prinsip koperasi. (um)

www.untag-sby.ac.id 

 

Komentar